INTERNETWORKING
Internetworking
operation
Internetworking
adalah merupakan suatu abstraksi yang kuat yang memperbolehkan pembahasan
kompleksitas dari teknologi komunikasi beragam di bawahnya. Dengan
menyembunyikan detail dari setiap perangkat keras jaringan dan menyediakan
suatu lingkungan komunikasi tingkat tinggi.
Pada
saat ini sedang dikembangkan dengan menggunakan teknologi baru seperti
Synchronous Optical Network (SONET), Asynchronous Transfer Mode (ATM), dan
ANSI's proposed High-Performance Parallel Interface (HPPI), kesemuanya dengan
tujuan menaikkan kecepatan dan nilai keluaran hingga mencapai 1 Gbps.
1.
Pendefinisian
Internetworking
/ WAN (Wide Area Network).adalah jaringan yang besar sebenarnya merupakan
kumpulan dari jaringan yang kecil. Yang akan kita bahas disini adalah cara kita
menghubungkanjaringan-jaringan kecil menjadi jaringan yang besar. Menghubungkan
jaringan satu dengan jaringan yang lain inilah yang biasanya disebut dengan
internetworking. Internetworking adalah merupakan suatu abstraksi yang kuat
yang memperbolehkan pembahasan kompleksitas dari teknologi komunikasi beragam
di bawahnya. Dengan menyembunyikan detail dari setiap perangkat keras jaringan
dan menyediakan suatu lingkungan komunikasi tingkat tinggi.Pengertian
Internetworking secara umum adalah suatu bentuk hubungan kerjasama atau
kemitraan yang mendayagunakan teknologi informasi berbasis jaringan, baik itu
intranet, ekstranet atau internet.
Tujuan
utama dari internetworking adalah interoperabilitas yang maksimun, yaitu
memaksimalkan kemampuan program pada sistem komputer yang berbeda dan sistem
jaringan yang berbeda untuk berkomunikasi secara handal dan efisien. Ini akan
menunjang ketersediaaan informasi pada sistem komputer dan jaringan yang
beragam, baik perangkat lunak, perangkat keras maupun model data dari informasi
tersebut.
Internetworking
umumnya dibangun menggunakan tiga elemen yang berbeda yaitu :
§
hubungan
data LAN Biasanya terbatas dalam satu bangunan atau kampus dan beroperasi
menggunakan sistem pengkabelan private.
§
hubungan
data WAN Umumnya menggunakan saluran telekomunikasi data public, seperti X.25
PSDN, Frame Relay, ISDN, ATM.
§
device
penghubung jaringan Device ini secara umum dibagi dalam beberapa katagori :
1.
repeater
2.
bridge
3.
router
4.
switch
5.
converter
Dari
kelima katagori device di atas, lebih mudah menentukan kapan menggunakan
repeater, switch, dan konverter dalam situasi internetwork. Keputusan mengenai
pemilihan penggunaan router atau bridge merupakan keputusan yang lebih sulit.
Berikut akan dijelaskan menganai kelima bagian tersebut.
1.
Repeater
Fasilitas paling sederhana dalam
internetwork adalah repeater . Fungsi utama repeater adalah menerima sinyal
dari satu segmen kabel LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama
dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih) kabel LAN yang lain. Repeater
beroperasi pada Physical layer dalam model jaringan OSI. Jumlah repeater
biasanya ditentukan oleh implementasi LAN tertentu.Penggunaan repeater antara
dua atau lebih segmen kabel LAN mengharuskan penggunaan protocol Physical layer
yang sama antara segmen-segmen kabel tersebut. Sebagai contoh, repeater dapat
menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10BASE2.
2. Brigde
Sebuah bridge juga meneruskan paket
dari satu segmen LAN ke segmen lain, tetapi bridge lebih fleksibel dan lebih
cerdas daripada repeater. Bridge menghubungkan segmen-segmen LAN di Data Link
layer pada model OSI. Beberapa bridge mempelajari alamat Link setiap devais
yang terhubung dengannya pada tingkat Data Link dan dapat mengatur alur frame
berdasarkan alamat tersebut. Semua LAN yang terhubung dengan bridge dianggap
sebaga i satu subnetwork dan alamat Data Link setiap devais harus unik. LAN
yang terhubung dengan menggunakan bridge umum disebut sebagai Extended LAN.
Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi berbeda
dan/atau medium access control yang berbeda. Misalnya, bridge dapat
menghubungkan Ethernet baseband dengan Ethernet broadband. Bridge mungkin juga
menghubungkan LAN Ethernet dengan LAN token ring, untuk fungsi ini, bridge
harus mampu mengatasi perbedaan format paket setiap Data Link. Bridge mampu
memisahkan sebagian trafik karena mengimplementasikan mekanisme pemfilteran
frame (frame filtering). Mekanisme yang digunakan di bridge ini umum disebut
sebagai store and forward sebab frame yang diterima disimpan sementara di
bridge dan kemudian diforward ke worksation di LAN lain. Walaupun demikian,
broadcast traffic yang dibangkitkan dalam LAN tidak dapat difilter oleh bridge.
3.
Router
Router memberikan kemampuan
melalukan paket dari satu sistem ke system lain yang mungkin memiliki banyak
jalur di antara keduanya. Router bekerja pada lapisan Network dalam model OSI.
Umumnya router memiliki kecerdasan yang lebih tinggi daripada bridge dan dapat
digunakan pada internetwork dengan tingkat kerumitan yang tinggi sekalipun.
Router yang saling terhubung dalam internetwork turut serta dalam sebuah
algoritma terdistribusi untuk menentukan jalur optimum yang dilalui paket yang
harus lewat dari satu sistem ke sistem lain. Router dapat digunakan untuk
menghubungkan sejumlah LAN (dan extended LAN) sehingga traffic yang
dibangkitkan oleh sebuah LAN terisolasikan dengan baik dari trafik yang
dibangkitkan oleh LAN lain dalam internetwork. Jika dua atau lebih LAN terhubung
dengan router, setiap LAN dianggap sebagai subnetwork yang berbeda. Mirip
dengan bridge, router dapat menghubungkan data link yang berbeda. Seperti
contoh, router dapat menghubungkan dua LAN yang berbeda atau untuk
menghubungkan data link LAN dengan data link WAN.
Routing
adalah sebuah fungsi yang dibutuhkan pada semua jaringan kecuali LAN seperti
Ethernet, yang menyediakan koneksi langsung antara host yang berpasangan. Dalam
jaringan yang besar, adaptive routing digunakan, jalur terbaik untuk komunikasi
antara dua titik dalam jaringan dievalusi kembali secara periodis, memgambil
nilai traffic dalam jaringan dan beberapa kesalahan seperti kerusakan koneksi
atau router.
Algoritma
routing terdiri dari 2 bagian:
1)
Harus dapat mengambil keputusan yang mendeterminasikan jalur yang diambil oleh
masing-masing paket yang melewati jaringan. Dalam layer jaringan
circuit-switched seperti X.25 jaringan frame relay seperti ATM, jalurnya
dideterminasikan kapanpun pada sebuah sirkuit virtual atau koneksi yang dibentuk.
Dalam layer jaringan packet-switched seperti IP dideterminasikan secara
terpisah untuk masing-masing paket, dan algoritmanya harus sederhana dan
efisien jika tidak akan mengurangi performa jaringan.
2)
Harus dapat melakukan update informasi jaringan secara dinamis berdasarkan
pengamatan lalu lintas dan perubahan konfigurasi deteksi atau kegagalannya.
Aktivitas ini menggunakan waktu yang sedikit kritis, lebih lambat dan lebih
menggunakan teknik komputasi yang intensif.
Masing-masing arah menyedikan informasi routing untuk alamat paket untuk
diberikan informasi. Jalur dasar menspesifikasi jalur luar untuk paket alamat
untuk tujuan. Nilai field menggunakan perhitungan jarak vektor sederhana atau
jumlah hops yang diberikan tujuan. Untuk jaringan yang tersimpan dan dikirimkan
dengan jalur dengan bandwidth hampir sama diberikan estimasi alasam waktu untuk
sebuah paket untuk melewti tujuan. Harga informasi yang disimpan dalam routing
table tidak digunakan selama aksi paket routing diambil oleh bagian 1 algoritma
routing, tetapi dibutuhkan routing table konstruksi dan perawatan pada bagian
2.
Ketika
paket alamat C dikirimkan ke router A, router memeriksa masukan C dalam routing
table. Ini menunjukkan paket seharusnya disalurkan keluar dari A pada jalur
berlabel 1. Paket datang pada B dan prosedur yang sama diikuti menggunakan
routing tabel B, dimana menunjukkan route dikirimkan ke C lewat jalur berlabel
2. Ketika paket datang ke masukan roting tabel C menunjukkan “local” sebagai
pengganti nomer jalur. Indikasi paket ini seharusnya dikirimkan ke local host.
Perubahan informasi jaringan pada router dengan node tetangganya dengan
mengirimkan kesimpulan routing tabelnya digunakan sebuah Routing Information
Protocol (RIP). RIP menunjukkan router didiskripsikan secara informal
mengikuti:
1)
Secara periodis dan kapanpun perubahan local routing tabel, mengirimkan table
(dalam summary) untuk semua tetangga yang diakses. Untuk itu, pengiriman paket
RIP berisi sebuah salinan tabel untuk masing-masing jalur keluar yang tidak
salah.
2)
Ketika sebuah tabel diterima dari router tetangga, jika penerimaan tabel
menunjukkan sebuah route ke tujuan yang baru, atau jalur yang lebih baik (nilai
rendah) ke tujuan yang telah ada, kemudian update local tabel dengan route
baru. Jika tabel diterima pada jalur n dan memberika nilai berbeda daripada
local tabel untuk sebuah route yang dimulai dengan jalur n kemudian
menggantikan nilai local tabel pada harga yang baru. Ini dilakukan sebab tabel
baru menerimadari sebuah router yang lebih dekat ke tujuan yang relevan dan
oleh karena itu selalu berwenang untuk route yang melewatinya.
4.
Switch
Di
samping repeater, bridge, dan router, terdapat sejumlah tipe per alatan
switching lain yang dapat digunakan dalam membangun internetwork. Tujuan utama
menghubungkan LAN menggunakan repeater dan bridge adalah meningkatkan
keleluasaan atas beberapa keterbatasan media komunikasi LAN. Alat penghubung
ini mampu menambah jumlah perangkat jaringan yang terhubung dalam LAN.
Peralatan switch didesain dengan tujuan yang berbeda dengan repeater, bridge,
dan router. Jika perangkat jaringan yang terhubung dalam sebuah LAN menjadi
terlalu banyak maka kebutuhan transmisi meningkat melebihi kapasitas yang mampu
dilayani oleh medium komunikasi jaringan. Salah satu ide penggunaan router
adalah mengisolasikan group fisik jaringan dengan yang lain. Penggunaan router
cocok pada sistem internetwork dengan kelompokkelompok kerja yang terletak
dalam lokasi yang kecil. Lalu lintas data dalam jaringan kelompok -kelompok
kerja ini tentu lebih besar dibandingkan dengan lalu lintas antar kelompok
kerja. Dalam kasus kelompok-kelompok kerja yang terletak terpisah secara
geografis, penggunaan router tetap tidak dapat mengisolasikan lalu lintas data.
Lalu lintas data dalam kelompok kerja yang tinggi akan menyebabkan beban di
router tetap tinggi karena lalu lintas tersebut selalu melewati router. Cara
mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan beberapa segmen medium tranmisi
secara paralel dalam internetwork. Router sendiri tetap dapat digunakan untuk
menghubungkan segmensegmen tersebut dan tetap mampu mengisolasi trafik
antarsegmen. Perangkat network dapat dihubungkan ke medium transmisi yang
sesuai atau dengan menggunakan hub yang mengimplementasikan fasilitas
switching, seperti module assignment hub, bank assignment hub, dan port
assignment hub.
5.
Converter
Converter
dapat dianggap sebagai tipe devais yang berbeda daripada repeater, bridge,
router, atau switch dan dapat digunakan bersama-sama. Converter (kadang disebut
gateway) memungkinkan sebuah aplikasi yang berjalan pada suatu sistem
berkomunikasi dengan aplikasi yang berjalan pada sistem lain yang berjalan di
atas arsitektur network berbeda dengan sistem tersebut. Converter bekerja pada
lapisan Application pada model OSI dan bertugas untuk melalukan paket antar
jaringan dengan protokol yang berbeda sehingga perbedaan tersebut tidak tampak
pada lapisan aplikasi. Di samping menggunakan converter, metode lain untuk
menghubungkan jaringan dengan arsitektur berbeda adalah dengan tunelling.
Metode ini membungkus paket -termasuk protokolnya yang akan dilewatkan pada protokol
lain. Pembungkusan ini dilakukan dengan menambahkan header protokol pada paket
yang akan dilewatkan. Metode ini dapat dilihat sebagai sebuah arsitektur
jaringan yang berjalan di atas arsitektur jaringan yang lain. Perangkat tempat
terjadinya proses tunnelling ini disebut sebagai portal. 6. Tunneling Bridge
dan router mentransmisikan paket internetwork dalam beberapa jaringan, tetapi
ada salah satu situasi mendasari protokol jaringan yang disembunyikan tanpa
menggunakan Intenetwork protocol khusus. Ketika sepasang node terhubung dua
jaringan yang terpisah membutuhkan komunikasi dengan tipe jaringan lain atau
disebut protokol alien. Mereka juga dapat melakukan konstruksi protokol tunnel.
Gambar 3.11 mengilustrasikan tujuan penggunaan tunelling untuk mendukung
migrasi Internet ke protokol IPv6. IPv6 dimaksudkan untuk menggantikan versi IP
yang sebelumnya yaitu IPv4 dan tidak kompatibel dengan itu. Selama waktu
transisi ke IPv6 akan menjadi pulau IPv6 pada lautan IPv4.Ilustrasi A dan B
seperti pulau. Pulau yg bundar paket IPv6 dienkapsulasi dalam IPv4 dan
disalurkan dengan campur tangan IPv4.
2.Penggunaan
Internetworking
A.Internetwork
heterogen
Sebuah
LAN secara data link sebenarnya dapat terdiri atas beberapa arsitektur jaringan
individual yang masingmasing tidak dapat berkomunikasi dengan arsitektur lain.
Pada lapisan Data Link NIC di sebuah sistem masih mampu berkomunikasi dengan
NIC di sistem lain. Software jaringan yang terletak pada lapisan di atas Data
Link hanya akan memperhatikan sistem lain yang kompatibel dengannya dan tidak
dapat berkomunikasi dengan sistem yang berjalan dengan software jaringan yang
tidak kompatibel dengannya. Fungsi lapisan Transport dan Network pada setiap
sistem TCP/IP hanya bisa berkomunikasi dengan sistem TCP/IP lain, NetWare hanya
berkomunikasi dengan sistem NetWare lain, begitu pula dengan sistem jaringan
lain. LAN seperti ini disebut sebagai LAN heterogen dan internetwork yang
menghubungkan LAN-LAN seperti ini disebut sebagai internetwork heterogen.
Sebuah sistem dapat saja mempunyai sebuah data link dengan beberapa jenis
software (protokol) jaringan pada lapisan atasnya. Dengan cara ini sebuah
system dapat berkomunikasi dengan beberapa protokol jaringan sehingga misalnya
sebuah sistem dapat berkomunikasi dengan server TCP/IP dan server
NetWare.Tujuan umum dalam dunia jaringan di masa ini adalah agar pengguna dapat
berkomunikasi dengan sistem komputasi lain di internetwork.
§
Internetwork
menggunakan bridge
Bridge
yang bekerja pada lapisan Data Link mampu menghubungkan LAN-LAN yang berbeda
protokol. Bridge tidak akan memeriksa jenis protokol setiap frame yang perlu
dilewatkan.Dalam internetwork tersebut setiap sistem TCP/IP dapat berhubungan
dengan sistem TCP/IP lain, demikian pula dengan sistem NetWare.
Keuntungan
menggunakan bridge :
1.
Biaya lebih murah.Bridge adalah perangkat yang cukup sederhana dan umumnya
lebih murah daripada router.
2.
Kemudahan penggunaan.bridge umumnya lebih mudah dipasang dan dirawat.
3.
Kinerja baik. Karena bridge cukup sederhana, overhead pemrosesan lebih kecil
dan cenderung mampu menangani traffic yang lebih tinggi.
Kerugian
menggunakan bridge :
1.
Volume traffic. Bridge lebih cocok pada jaringan dengan volume traffic total
yang relatif rendah.
2.
Broadcast storm. Frame broadcast dilewatkan bridge ke seluruh LAN dan ini dapat
menyebabkan traffic melebihi kapasitas medium jaringan.
3.
Loop. Kesalahan mengkonfigurasi bridge dapat menyebabkan frame berputar
melewati bridge tanpa henti.
4.
Alamat yang sama. Alamat fisik setiap stasiun dalam jaringan harus berbeda
dengan yang lain.
5.
Nama yang sama. Jika nama network yang sama digunakan oleh dua atau lebih user
akan menyebabkan traffic yang berlebihan.
§
Internetwork
menggunakan router
Keunggulan
utama menggunakan bridge dalam membentuk internetwork adalah tidak terlihat
oleh fungsi lapisan Transport dan Network. Dari sudut pandang lapisan atas
jaringan, extended LAN yang dibangun menggunakan bridge beroperasi sama seperti
hubungan data link LAN biasa. Karakteristik seperti ini bisa menjadi kelemahan
jika internetwork tumbuh menjadi lebih besar. Extended LAN dapat tumbuh menjadi
sangat besar sehingga setiap LAN dapat mengalami saturasi ketika menangani
multicast traffic. Dalam hal ini router dapat digunakan untuk menghubungkan
LAN-LAN jika memang diinginkan untuk mengisolasi multicass traffic.
Router
bekerja pada lapisan Network dan hanya mampu melewatkan paketpaket yang
bersesuaian dengan protokol yang diimplementasikan padanya. Untuk router pada
internetwork heterogen diperlukan satu buah router untuk setiap jenis protokol
pada internetwork tersebut.
Pada
internetwork tersebut setiap system TCP/IP dapat saling berhubungan dengan
sistem lain sedangkan sistem NetWare pada sebuah LAN tidak mampu berhubungan
dengan sitem NetWare pada LAN yang lain karena tidak terdapat router NetWare
yang menghubungkan ketiga LAN di internetwork. Untuk dapat menghubungkan
NetWare dalam internetwork ini dapat ditambahkan sebuah router Netware.
Keuntungan menggunakan router :
1.
Isolasi traffic broadcast. Kemampuan ini memperkecil beban internetwork karena
traffic jenis ini dapat diisolasikan pada sebuah LAN saja.
2.
Fleksibilitas. Router dapat digunakan pada topologi jaringan apapun dan tidak
peka terhadap masalah kelambatan waktu yang dialami jika menggunakan bridge.
3.
Pengaturan prioritas. Router dapat mengimplementasikan mekanisme pengaturan
prioritas antar protocol.
4.
Pengaturan konfigurasi. Router umumnya dapat lebih dikonfigurasi daripada
Bridge.
5.
Isolasi masalah. Router membentuk penghalang antar LAN dan memungkinkan masalah
yang terjadi disebuah LAN diisolasikan pada LAN tersebut.
6.
Pemilihan jalur. Router umumnya lebih cerdas daripada bridge dan dapat
menentukan jalur optimal antara dua sistem.
Kerugian
menggunakan router:
1.
Tergantung pada protocol. Router yang beroperasi pada lapisan Network OSI hanya
mampu melalukan traffic yang sesuai dengan protokol yang diimplementasikan
padanya saja.
2.
Biaya. Router umunya lebih kompleks daripada bridge dan lebih mahal. Overhead
pemrosesan pada router lebih besar sehingga troughput yang dihasilkannya dapat
lebih rendah daripada bridge.
3.
Pengalokasian alamat.Dalam internetwork yang menggunakan router, memindahkan
sebuah mesin dari LAN yang satu ke LAN yang lain berarti mengubah alamat
network pada sistem itu.
4. Sistem tak terjangkau. Penggunaan table
routing yang tidak dinamik menyebabkan beberapa sistem dapat terjangkau oleh
sistem lain.
Source. http://modulsmktkj.blogspot.co.id/2015/09/internetworking.html







0 komentar:
Posting Komentar